PENYAKIT MENTAL

Pengertian penyakit Mental

Penyakit mental, disebut juga gangguan jiwa , adalah gangguan yang mengenai satu atau lebih fungsi mental. Penyakit mental adalah gangguan otak yang ditandai oleh terganggunya emosi, proses berpikir, perilaku dan persepsi ( penangkapan pancaindera ) .Penyakit mental ini menimbulkan stress dan penderitaan bagi penderita beserta keluarganya. Penyakit mental dapat dapat mengenai setiap orang tanpa mengenal umur, ras, agama ataupun status sosial ekonominya. Pada tahun 2006, WHO ( organisasi kesehatan dunia ) menyatakan 26 juta penduduk Indonesia mengalami gangguan jiwa, dan Departemen Kesehatan Indonesia mengakui sekitar 2,5 juta orang Indonesia telah menjadi pasien rumah sakit jiwa. Kemudian diberitakan bahwa pada tahun 2009, satu dari empat penduduk Indonesia mengidap gangguan jiwa. Dari tahun ke tahun penderita penyakit mental ( gangguan jiwa ) jumlahnya terus bertambah. Seorang yang diserang penyakit jiwa (Psychose), kepribadiannya terganggu, dan selanjutkan kurang mampu menyesuaikan diri dengan wajar, dan tidak sanggup memahami problemnya. Seringkali orang yang sakit jiwa, tidak merasa bahwa ia sakit, sebaliknya ia menganggap bahwa dirinya normal saja, bahkan lebih baik, lebih unggul , lebih penting dan lebih hebat dari orang lain.

Penyebab Penyakit Jiwa :

Sakit jiwa itu ada 2 macam, yaitu :
Pertama : yang disebabkan oleh penyakit fisik atau adanya kerusakan pada anggota tubuh . Misalnya gangguan otak, saraf pusat , atau hilangnya kemampuan berbagai kelenjar. hal ini mungkin disebabkan oleh karena keracunan akibat minuman keras, obat-obatan perangsang / narkotik, penyakit maag ,akibat penyakit kotor , dan sebagainya.
Kedua : disebabkan oleh hilangnya keseimbangan mental secara menyeluruh, akibat situasi dan kondisi keluarga maupun lingkungan yang sangat menekan, strees, ketakutan yang tidak wajar, kecemasan, trauma, ketegangan batin dan sebagainya. Yang di biarkan berlarut-larut sehingga mencapai puncaknya tanpa suatu penyelesaian secara wajar atau penanganan secara benar yang pada akhirnya menyebabkan gangguan jiwa.

Beberapa contoh Penyakit Jiwa

Beberapa penyakit jiwa yang umum menyerang manusia belakangan ini, ada baiknya kita ketahui agar bisa memperbaiki diri dan saling mengingatkan , seperti :

- SELALU MENYALAHKAN ORANG LAIN
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Ketika ada orang yang sakit, yang dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitive dank e kanak kanakan. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa di dalam permasalahan apapun selalu akan mencari sebab atau apa yang menyebabkan terjadinya sesuatu.

- MENYALAHKAN KEKURANGAN DIRI SENDIRI
Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. Misalkan saja ”Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat, dia cantik, dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh, wah nggak mungkin dong dia anak orang kaya , apapun tinggal minta , kalau saya mau dapat duit dari mana ?”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”.Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

- TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA / TUJUAN HIDUP YANG JELAS
Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar, si anjing nggak bisa masuk pagar, akhirnya si anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. “Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar, katanya lu paling kencang”. “Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, kalau aku sih goalnya untuk fun aja”.
Jadi jika “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, atau untuk mengisi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

- MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang ingin cepat kaya lalu terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke toko emas dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi ketika ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak peduli dengan siapapun , yang saya lihat dan pikirkan hanya emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan ( konyol kan ! )

- MENGAMBIL JALAN PINTAS, MAUNYA SERBA INSTANT
Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba-tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada !atau misalkan anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 30 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

- MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya / runway-nya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep ,Iya kan ?

- MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, yang fantastis tapi hal – hal yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil , mengabaikan orang kecil, mengabaikan peran kecil, mengabaikan informasi dan menganggap informasi atau masukan baik dari orang lain tidak penting, dsb

- TERLALU CEPAT MENYERAH
Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah membuat kacau semua urusan , membuat repot langkah langkah berikutnya.

- BAYANG BAYANG MASA LALU
Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak Terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Bayang bayang masa lalu adalah memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

- MEMPROGRAM DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan kesuksesan semu itu. Ketika kita berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, Jangan berpuas diri, dan jadi sombong,terus takabur karena telah mencapai goal – goal kecil, Terus syukuri prestasi sekecil apapun yang telah kita raih jadikan sebagai tahapan untuk meraih prestasi yang jauh lebih besar

Beberapa tanda-tanda orang yang berisiko tinggi terkena gangguan jiwa
1. Menyepelekan kesehatan tubuh ,sehingga daya tahan tubuh lemah, lemas , malas dan sakit-sakitan
2. Merasa depresi, sedih atau stress tingkat tinggi secara terus-menerus.
3. Sering menghayal / melamun yang tidak biasa (delusi).
4. Kesulitan untuk melakukan pekerjaan atau tugas sehari-hari walaupun pekerjaan tersebut telah dijalani selama bertahun-tahun.
5. Paranoid (cemas / takut) pada hal-hal biasa yang bagi orang normal tidak perlu ditakuti atau dicemaskan.
6. Suka menggunakan obat hanya demi kesenangan.
7. Tidak punya semangat hidup atau memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidup atau bunuh diri.
8. Terjadi perubahan diri yang cukup berarti dan hilangnya keseimbangan sikap mental 9. Memiliki emosi atau perasaan yang mudah berubah-ubah.
10. Terjadi perubahan pola makan yang tidak seperti biasanya.
11. Terjadi perubahan Pola tidur yang tidak seperti biasanya.

Sumber sumber penyakit Jiwa :

Di samping penyakit fisik yang mengganggu kesehatan anggota tubuh kita , Mari kita jauhi sifat-sifat yang banyak menimbulkan penyakit dan menggerogoti jiwa seperti;
• HASAD (iri hati)
• HAQAD (dengki atau benci) SUUDZ-DZAN (buruk sangka)
• KIBIR (sombong) UJUB (merasa sempurna diri dari orang lain)
• RIYA (memamerkan kelebihan)
• SUMA (cari-cari nama atau kemasyuran)
• BUKHUL (kikir)
• HUBBUL MAL (kebendaan)
• TAFAHUR (membanggakan diri)
• GHADAB (pemarah)
• GHIBAH (pengumpat)
• NAMINAH (bicara dibelakang orang)
• KIZIB (dusta)
• KHIANAT (munafik)

Pedoman Jiwa yang sehat.

“Didalam Tubuh yang Sehat terdapat Jiwa yang Sehat “
Menjaga kesehatan dengan pola makan yang teratur dan gemar berolah raga . Kemudian kenali diri kita sendiri apakah jiwa kita itu sehat atau tidak, mari kita pakai rumus ini :
“Tidak ada yang enak, kecuali membuat enak orang lain.” Itulah pedoman jiwa yang sehat menurut pengembang psikologi Jawa, Ki Ageng Suryomentaram. Jika rasa hati dan pikiran kita masih berat menggunakan pedoman tersebut, artinya ada bagian jiwa yang sakit. Kita perlu menelusuri supaya dapat mengobati secepatnya.

Dikutip : Dari berbagai sumber

One comment on “PENYAKIT MENTAL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s