Dalam mengerjakan sesuatu, tentunya seseorang dituntut untuk memusatkan segenap perhatiannya pada apa yang sedang dilakukan. Jika tidak, ada kemungkinan usaha yang kita lakukan akan tersendat-sendat bahkan akan sia – sia belaka. Namun terkadang situasi dan kondisi tertentu akan mempengaruhi perasaan dan pikiran seseorang sehingga kita bisa senang, sedih. gembira, marah, dan sebagainya, dari perasaan yang ada tersebut akan mempengaruhi mood dan konsentrasi kita. Makanya kita selalu dituntut terus menumbuhkan profesionalisme diri kita.
Secara harafiah, mood bisa diartikan sebagai keadaan jiwa, kecenderungan, tendensi, suasana hati yang akan mempengaruhi sikap seseorang. Mood adalah keadaan atau suasana hati yang terbentuk karena suatu situasi dan kondisi. Situasi dan kondisi yang menyenangkan akan menyebabkan mood yang bahagia, gembira , senang dan nyaman tentunya. Begitu pula untuk situasi dan kondisi yang lainnya. Karena mood adalah keadaan jiwa, maka harus bisa menguasai kondisi dan situasi dengan cermat, dimana mood berfungsi menjiwai situasi dan kondisi yang ada. Disinilah pentingnya kita untuk dapat mengendalikan dan menguasai mood serta konsentrasi kita agar kita mampu konsisten dengan apa yang telah kita niatkan dan kita usahakan.
Konsentrasi dan konsistensi apakah itu penting ?
Rasanya kita semua menyadari kedua hal tersebut sangat diperlukan. Konsentrasi menggambarkan pemusatan pikiran kita terhadap sesuatu yang sedang kita hadapi , kita emban atau kita sandang guna memperoleh timbal-balik yang diinginkan ( focus ). Sementara itu, konsistensi tidak patut untuk kita abaikan, konsistensi berarti kita menangani tugas atau mengangkat peran kita secara tuntas. Selama suatu tugas masih ditangani, kita harus tetap melaksanakannya.
Tindakan yang harus berkesinambungan dalam arti harus menuntaskan tugas yang telah menjadi tanggung jawab kita. Hal ini tentu berkaitan erat dengan profesionalisme yang kita miliki, kita harus berusaha melakukan sesuatu dengan konsisten karena apa yang kita lakukan sudah menjadi beban dan tanggung jawab kita. Intinya, dalam menjalakan tugas atau pekerjaan, kita harus mampu membaca dan menangkap situasi dan kondisi yang ada, guna berusaha menghindari mood yang kurang mendukung terhadap tugas yang sedang kita jalankan yang nantinya akan kita ketahui melalui prilaku diri sebagai implementasinya.
Sudahkah hati kita merasa BAHAGIA saat kita mencari rejeki , menjalani profesi kita, menekuni usaha kita , serta menunaikan amal ibadah kita ???
Agar supaya kita mampu secara kontinyu menguasai mood, maka kita harus bisa menyelaraskan sikap mental kita sehingga kita memiliki jiwa besar dan tetap termotivasi mengadapi situasi dan kondisi apapun. Mudah – mudahan kita semua adalah orang yang memiliki semangat hidup yang tinggi , penuh keyakinan , penuh percaya diri namun tetap rendah hati. Amiiin !!!
Salam Selaras……
bagus,, atas solusinya
tp ada yg lbh simple ega solusinya,
trim,,,