DUNIA hanya Memandang APA yang Kita FOKUSKAN

Bila kita memandang diri kita kecil, dunia akan tampak sempit, dan tindakan kita pun jadi kerdil. Namun bila kita memandang diri kita besar, dunia terlihat luas, kita pun bisa melakukan hal-hal penting dan berharga.

Tindakan kita adalah cermin bagaimana kita melihat dunia. Sementara dunia kita tak lebih luas dari pikiran kita tentang bagaimana diri kita ini. Itulah mengapa kita diajarkan untuk berprasangka positif pada diri sendiri, agar kita bisa melihat dunia lebih indah, dan bertindak selaras dengan kebaikan-kebaikan yang ada dalam pikiaran kita.>

Saya sering mengamati kata kata dan komentar  dari teman teman saya di  status facebook sering saya temukan kata kata status f b negatif seperti :  ”  Badan lesuu , leemes , gak ada semangat ,  paa aa naazzz ! ”  ada lagi yang nulis status : ” Puusiiing …Pu siiing… Nyuut  nyuut “ dll.  Jika pikiran kita fokus pada pusing “ maka  yang terjadi adalah semakin pusiing…tambah cekoot cekoot .  Jika kita fokus pada ” Lesuu, leemes, sakit, panas “ maka yang terjadi adalah semakin lesu , lemes, sakit, panas.

Apa yang Kita Fokuskan

Apa yang Kita Fokuskan

Dunia tidak butuh penilaian apa-apa dari kita. Ia menggemakan apa yang ingin kita dengar. Bila kita takut menghadapi dunia, sesungguhnya kita takut menghadapi diri kita sendiri

Jika kita perhatikan maka bukan hanya soal apakah kita berprasangka positif atau negatif terhadap diri sendiri. Melampaui di atas itu, kita perlu jujur melihat diri sendiri apa adanya. dan dunia pun menampakkan realitanya yang selama ini tersembunyi di balik penilaian-penilaian kita.

Ingatlah ketika kita masih kecil, dan mencoba belajar berjalan. saya yakin anda mengalami seperti ini:

Pertama kali kita harus belajar untuk berdiri: sebuah proses yang melibatkan seluruh tubuh, jatuh lalu berdiri lagi. Kita kadang tertawa serta tersenyum, tapi dilain waktu kita menangis dan meringis karena sakit. Entah, seperti ada tekad dan keyakinan dalam diri kita bahwa kita akan berhasil, apa pun dan bagaimanapun, sebenarnya kita punya motivasi dalam diri kita

Setelah banyak berlatih akhirnya kita mengerti bagaimana keseimbangan diri kita, sebuah persyaratan untuk kejenjang berikutnya. kita menikmatinya dan seolah-olah punya kekuatan baru, punya motivasi baru. Kita akan berdiri dimana kita suka – di mana saja, di sofa, di pangkuan ibu ,bapak kita, atau pun seseorang. Itu adalah waktu yang menggembirakan – saat kita dapat melakukannya! kita dapat mengontrol diri kita. kita tersenyum dan tertawa lucu, puas akan keberhasilan kita. Sekarang – langkah berikutnya – berjalan. kita melihat orang lain melakukannya – ini keliatannya tidak terlalu sulit – hanya memindahkan kaki kita saat kita berdiri, begitukah ?

Tidak ….ternyata lebih kompleks daripada yang kita bayangkan. kita ber-urusan dengan rasa frustasi. Tapi kita terus mencoba, mencoba lagi dan mencoba lagi dan lagi sampai kita tahu bagaimana berjalan. Kita selalu ingin kedua tangan kita diberi pegangan saat berjalan.
Jika orang melihat kita berjalan, mereka akan bertepuk tangan, mereka tertawa, mereka akan memberi semangat, “Ya Tuhan, lihatlah apa yang dia lakukan”. “Oh anakku sudah bisa berdiri”. “pandainya anakku, pintarnya anakku” dan lain-lain. Dorongan ini memicu kita; dorongan itu menambah rasa percaya diri kita. Dorongan itu memotivasi kita.

Meskipun begitu, kitapun mencoba berjalan saat tak ada yang melihat kita, saat tak ada yang bersorak-sorai? Setiap peluang ada, kita berlatih untuk berjalan. Kita tidak bisa menunggu seseorang untuk memotivasi kita untuk mengambil langkah-langkah berikutnya. Kita belajar bagaimana untuk memotivasi diri sendiri. Itulah jika kita bisa mengingat hal itu tentang diri kita di hari ini.

Ingat bahwa kita bisa melakukan apapun yang kita pikiran. Kita mampu mengatur jika kita mau dan bersedia melewati proses, seperti ketika kita belajar berdiri, seperti ketika kita belajar berjalan. Kita tidak perlu menunggu orang lain untuk memotivasi kita, kita perlu memotivasi diri kita sendiri.

Jika kita sudah lupa bagaimana melakukan hal itu, atau merasa seperti beku, kaku dan gamang, maka kita membutuhkan motivasi, ambillah kembali perjalanan singkat dalam hidup kita yang telah lewat – Lihatlah prestasi kita, tidak peduli prestasi besar atau prestasi kecil – atau saat-saat dimana kita bertemu dengan tantangan dan menemukan cara untuk berhasil. Ulanglah keberhasilan itu saat ini, saat kita menghadapi permasalahan yang sedang kita hadapi.

Fokus pada semua hal yang kita pikir tidak bisa kita lakukan, kemudian lakukanlah. Lihatlah buah hati kita. Mereka tidak pernah menyerah, dan mereka yakin serta percaya terhadap kita, bahwa kkita mampu dan bisa. Mereka percaya di dalam semua kehidupan kita!

Sekarang kita harus percaya pada diri kita! Yakinkan pada hati kita, bahwa kita pasti bisa , Ingat, hari ini adalah hari terbaik dalam hidup kita, milikilah masa depan yang indah, dengan membuat perubahan hari ini, kemudian Fokuslah pada tujuan hidup anda , Fokuslah pada goal kita, Fokuslah pada masa depan kita . Yakinlah kita bisa dan pasti bisa !

Salam Selaras…. Mas Karyadi Ch

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s