10 Rahasia Besar Tentang Otak Manusia

Manusia merupakan mahkluk paling spesial di bumi ini, betapa tidak dimanapun kita dilahirkan dan oleh siapaun kita di lahirkan. Tuhan pasti membekali kita dengan sebuah software terhebat yaitu otak yang luar biasa dahsyatnya, dimana otak kita lebih cerdas di bandingkan komputer paling canggih sekalipun yang ada di bumi hingga saat ini.

Bahwa sebenarnya otak kita juga memiliki rahasia di dalamnya. Dan jika kita tahu akan rahasia tersebut maka kita akan lebih mudah untuk bersahabat dengan “software” paling Canggih yang kita miliki ini :

Pertama : Otak merupakan organ yang sangat luar biasa.Otak tidak mempunyai tombol “ off “ karenanya Otak tidak pernah beristirahat, saat “otak rasional” kita terlalu lelah dan tidak mampu melajutkan tugasnya, maka “Otak Intuisi” lah yang akan mengantikan tugasnya. Sadar ataupun tidak, hal ini sering kita alami…Misalnya saja, saat kita dalam kondisi tidur sering kali tangan kita secara refleks memukul pada saat ada nyamuk yang menggigit, atau gerakan refleks pada perubahan posisi tidur kita, dan masih banyak contoh lainnya

Kedua : Bahwa segmen Otak dibagi menjadi “otak kanan” dan “otak kiri”. Aktivitas manusia yang dipicu oleh logika maka itu dianggap telah mengaktivasi otak kanan. Sedangkan aktivitas manusia yang dipicu oleh naluri/firasat/imajinasi maka itu dianggap telah mengaktivasi otak kiri.

Pada hakekatnya hubungan antara otak kanan dan otak kiri seperti hubungan manusia dengan bayangannya sendiri. Tidak mungkin manusia bergerak sementara bayangannya tidak, begitu pula sebaliknya.

Ketiga : Proses masuknya informasi dari dunia luar ke otak kita pasti melalui panca indra lewat reseptor saraf.  Dalam proses BELAJAR dengan latihan-latihan tertentu .Kita meyakini bahwa secara logis telah dibuktikan otak yang terdiri dari jutaan bahkan milyaran sel syaraf pada dasarnya mengandung kombinasi hubungan antar sel yang jumlahnya hampir tak terhingga. Terciptanya hubungan antar sel syaraf ternyata tergantung dari manusia itu sendiri bagaimana mengolahnya.

Bila ada lebih dari satu sel syaraf yang terhubung maka terciptalah “synapsis” yang kemudian teraktivasi secara “unik” untuk menghasilkan “sesuatu” sesuai dengan maksud dan tujuannya.

Dalam teori Probabilitas menerangkan bahwa Probabilitas merupakan angka kemungkinan yang memiliki rentang nilai dari 0 – 1. Semakin probabilitas mendekati 1 maka dikatakan semakin mungkin sesuatu pasti terjadi, begitu pula sebaliknya. Para ahli probabilitas membagi daerah kemungkinan dalam dua wilayah besar yaitu :

  1. Kurang dari 0.5 = tidak mungkin terjadi
  2. Di atas 0.5 = mungkin terjadi
  3. 0.5 = batas ambang antara tidak mungkin dan mungkin

Keempat : Otak mempunyai kewenangan untuk menolak dan menerima  ( memilih ) semua informasi dari luar yang masuk melalui sel- sel syaraf  panca indra kita untuk kemudian di buang atau di simpan dalam memori otak kita  berupa file – file dengan pola pola tertentu ( proses berpikir ). Masing – masing orang memiliki cara pandang atau cara berpikirnya sendiri .

Terkadang banyak orang telah kehilangan banyak sekali kesempatan terbaik mereka untuk mendapatkan perubahan hanya karena mereka tidak mau membuka alam pikirannya. Alam pikiran kita ibarat parasut, hanya berfungsi ketika terbuka.

Kelima:  Setiap file yang ada didalam memori otak kita adalah file dengan pola – pola berupa gambar atau warna , suara atau kata , rasa atau aroma dan getaran atau gerak tertentu . dan selanjutnya file file di memori otak kita dapat kita aktifkan atau kita jalankan kapan saja kita mau  dengan pemicu tertentu. Segala sesuatu yang terjadi di alam ini selalu memerlukan apa yang dinamakan sebagai “inisiasi” atau “trigger/pemicu”. Hukum alam yang tidak bisa dihindari oleh manusia selama masih hidup di dunia adalah Hukum Sebab Akibat dan Aksi Reaksi.

Keenam : Otak kita memiliki komponen untuk dapat menciptakan kebiasan-kebiasan dari cara kita berfikir yang melahirkan sikap atau tindakakan tertentu baik positif maupun negative. Bahwa sesungguhnya “otak” yang terdiri dari jutaan bahkan milyaran sel syaraf (neuron) yang terhubung secara komplek ternyata mengandung energi yang sangat luar biasa yang biasa disebut dengan “daya pikir”.

Ketujuh : Naluri/firasat/imajinasi kita  mampu memperkuat kinerja otak ( daya pikir ) untuk mencapai apa saja yang kita inginkan, apalagi jika itu merupakan sesuatu hal yang logis .Itu sebabnya terkadang  otak kita tidak mampu membedakan antara fakta dan ingatan. Jadi apa yang selama ini kita nilai sebagai sebuah kebenaran bisa jadi itu hanya sebuah ingatan bukan fakta sebenarnya.

Kedelapan : Otak dan Hati kita pada dasarnya saling mempengaruhi antara keduanya, otak yang kita latih terus menerus untuk selalu berkomunikasi dengan hati pasti mampu membawa kita ke jalan damai penuh kebaikan. Ketika Otak dan Hati kita mampu bersinergi maka akan bangkitlah kepercayaan dan keyakinan kita. Kepercayaan bukan hanya sebuah prinsip tetapi kepercayaan lebih mendalam pada iman dan passion (gairah) yang selalu membimbing kita untuk menentukan arah kehidupan. Kepercayaan bagaikan sebuah filter yang telah di tempatkan untuk menyikapi semua hal dan persepsi kita di dalam dunia ini.

Kepercayaan bagaikan seorang pemimpin yang paling berpengaruh dalam diri manusia, ketika kita mempercayai bahwa suatu hal tersebut benar maka ia akan mengirimkan sebuah pesan ke otak tentang bagaimana caranya merepresentasikan apa yang terjadi. Mungkin kita pernah menghindari sebuah objek tertentu karena menurut belief system kita itu adalah sesuatu yang salah. Beilef  merupakan suatu keadaan dan representasi internal yang merajai kebiasan seseorang. Jadi, jangan pernah remehkan apa yang kita telah yakini. Jika kita percaya bisa melakukanya maka kita  akan selalu di kondisikan dan di berdayakan untuk tetap bisa.

Kesembilan : Makanan yang kita konsumsi dan pola makan dapat  mempengaruhi kinerja sel –sel syaraf Otak kita . Makanan yang baik ( bergizi tinggi dan halal ) juga pola makan yang teratur akan sangat membantu kecerdasan dan kemampuan kerja sel – sel syaraf Otak kita, begitu pula sebaliknya . maka alangkah bijaksana jika kita mampu meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang dapat merusak kerja Otak kita

Kesepuluh : Kinerja sel – sel syaraf Otak kita  bergantung pada laju aliran darah.dari Jantung.  Semakin banyak  laju aliran darah ke otak kita maka semakin banyak pula hubungan synapsis yang tercipta dan teraktivasi. Jantung dapat diibaratkan sebagai “reservoir” sekaligus “distributor” darah ke seluruh tubuh. Pada kenyataannya, kerja jantung pun tergantung dari fungsi otak yang merupakan “pusat komando” seluruh tubuh. Dalam hal ini seolah terjadi “hubungan mutualistis” yang merupakan ciri utama hubungan antar seluruh bagian tubuh manusia. Kinera Jantung kita juga bergantung  pada laju aliran nafas kita yang mengendalikan pacuan detak jantung , yang kemudian jantung melakukan distribusi darah ke seluruh sel syaraf otak untuk mengaktivasi kerja otak. Laju aliran nafas itu sendiri di kendalikan oleh kerja beberapa sel syaraf otak yang teraktivasi dengan baik .

Mudah – mudahan dengan tulisan ini kita mampu bersahabat dengan Otak kita sehingga mampu mengoftimalkan berbagai potensi dari daya pikir kita untuk kehidupan yang lebih baik lagi.

Salam Selaras …..

Mas Karyadi,Ch

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s