Semakin

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar kata ” Semakin ” seperti kalimat di bawah ini :

” Masyarakat miskin semakin menderita dengan kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok ”

” Kondisi Masyarakat di sekitar luapan lumpur lapindo semakin memburuk ”

” Korupsi menjadikan Indonesia menjadi Negara yang semakin tertinggal dan miskin ”

” Masyarakat semakin frustasi dengan carut marut yang di alami bangsa dan negara ini ”

Semakin terbukti bahwa slogan – slogan politik  yang selalu mengubar janji janji manis  adalah pembodohan kepada Masyarakat”

Semakin jelas bahwa kebodohan adalah awal dari kemiskinan  ”

” Anak orang miskin Semakin sulit untuk bersekolah apalagi di sekolah favorit ”

” Nasib petani Semakin tidak menentu akhibat gagal panen ”dsb

Menanggapi kalimat atau pernyataan di atas seorang teman saya langsung nyerocos: ” Memang begitu kenyataannya , gak ada yang harus di pungkiri , kita harus jujur mengakui kalau kenyataannya  semakin …….bla …bla …bla ”.   

Komentar teman saya tersebut  tergambar  jelas di pikiran saya betapa dia begitu ngotot dan penuh emosi  dalam memberi jawaban ( komentar ) . Nah lho… kenapa ini dan apa yang terjadi ? , apakah memang  temen saya kurang begitu jelas dengan maksud saya atau karena pernyataan saya telah menghadirkan kembali ketidakberesan dan keprihatinan yang sudah lama tergambar di pikirannya dan harus secepatnya di bereskan …..!

Kata ” semakin ”  sering kita gunakan untuk memunculkan pesan bawah sadar  bahwa suatu hal telah terjadi dan sedang meningkat intensitasnya ( presuposisi peningkatan ), jadi tanpa perlu di jelaskan orang akan menyimpulkan bahwa suatu hal ( keadaan buruk atau baik ) yang tadinya sudah seperti itu  menjadi meningkat ( bertambah ) intensitasnya . 

Contoh pernyataan di atas adalah penggunaan kata ” semakin ” pada suatu hal ( keadaan ) yang buruk . Sekarang bagaimana jika kita menggunakan kata ” semakin ” pada suatu hal ( keadaan ) yang baik , seperti contoh kalimat berikut ini :

”  Keamanan dan ketertiban yang baik semakin menjadikan investor bergairah menanamkan modalnya di  indonesia ”

” Kesadaran Masyarakat semakin meningkat akan pentingnya pendidikan yang berkwalitas  ”

Semakin banyak membaca semakin  aku mengerti kekuranganku  ”

” Pemberantasan korupsi  tanpa tebang pilih adalah bukti bahwa pemerintah semakin  konsisten dalam menegak-kan hukum ”

”Hidup  Semakin bahagia ketika kita pandai bersyukur dan beramal   ” dan sebagainya

Nah … kemudian bagaimana ketika kata ” semakin ”  kita gunakan untuk memunculkan pesan bawah sadar  bahwa suatu hal buruk yang sedang terjadi ( keadaan kurang baik ) berharap menjadi suatu hal yang baik bahkan jauh lebih baik lagi dan itu bisa terjadi .

Hal inilah yang sangat menarik perhatian saya  untuk mengulasnya pada kesempatan ini . Nah….bagi kita yang percaya bahwa setiap masalah yang datang selalu di paketkan dengan solusinya . Maka  sepintar apapun kita jika belum bisa mengantarkan kita kepada solusi itu  sama artinya kita belum memiliki keyakinan yang memadai . Artinya di butuhkan keyakinan yang kuat untuk bisa menjadikan suatu hal yang kita anggap buruk bisa berubah menjadi suatu hal yang jauh lebih baik dan dari suatu hal biasa menjadi luar biasa . Selama kita betul betul yakin maka ” ketaqwaan  ”  yaitu amal perbuatan kita segera mengantar kita pada kebaikan .

belajar Bagi setiap muslim ketika tiba bulan ramadhan di wajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Terlepas dari besarnya pahala dari Ibadah puasa yang kita jalankan. Berpuasa bagi kita yang yakin akan Kebesaran ALLAH tentu akan memperoleh hikmah dan pelajaran yang sangat luar biasa dimana ketika berpuasa tentu tubuh kita terasa lemah karena kekurangan energi, namun justru dalam kondisi kita lemah dan kekurangan energi  maka energi Allah dapat dengan mudah mengisi ( menganti ) kekurangan energi kita . Hal itu bisa terjadi ketika kita mempunyai keyakinan yang kuat dan konsisten dengan selalu berdo’a ( menanamkan sugesti ) , sebagai contoh :

” Ya Allah….Alhamdulillah puasa menjadikan saya semakin ( tambah ) sehat , semakin kuat , semakin semangat , semakin cerdas , semakin berilmu , semakin kaya, semakin sukses , semakin luar biasa   ”

Nah …. dengan doa atau sugesti seperti contoh di atas meskipun kondisi lemah dan kekurangan energi yang biasanya membuat kita malas dan kurang bergairah , justru menjadikan kita lebih semangat dan termotivasi untuk beribadah , berkarya dan beramal dengan luar biasa, sehingga lapar dan haus sama sekali tidak terasa .

Sebagaimana firman Allah SWT:  “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas  orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa ” [al-Baqarah:183]

Sebaliknya mereka yang berpuasa tetapi selalu mengeluh : lemes  , panas , lapar  dan haus maka mereka itu  berpuasa tetapi mereka tidak memperoleh apa apa dari puasanya  kecuali lapar dan haus.

Lalu bagaimana dengan keterpurukan yang di alami bangsa ini dapat segera menemukan solusi terbaik sedangkan  masyarakat semakin meragukan berbagai upaya  yang di lakukan pemerintah ?

Ya ….keraguan masyarakat dapat kita maklumi , ibaratkan seorang sopir yang di landa keraguan dan kebingungan ketika berniat menginjak rem tetapi justru gas yang terinjak . Keraguan memang sangat cepat sekali menular , meskipun demikian keraguan yang meyakinkan akan lebih bisa membawa perubahan di bandingkan keyakinan yang masih meragukan .

Keraguan akan membunuh dirinya dan lingkungannya , maka bunuhlah rasa ragu dan mulailah dengan keberanian mengambil sikap tegas dalam mengambil keputusan . Jadikan keterpurukan dan kesulitan yang kita alami memunculkan keberanian dan keyakinan yang menjadikan diri kita semakin termotivasi menjadi tambah kuat , tambah sehat , tambah maju ,tambah kaya , tambah hebat dan luar biasa .  Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau terus berusaha dan tetap yakin.

” Meskipun kondisi bangsa ini masih terpuruk …Yakinlah dengan semangat kebersamaan dan cinta tanah air  maka  kita mampu mewujudkan cita cita kemerdekaan dan menjadi bangsa yang semakin terdepan “

Allah Swt berfirman “Dan carilah pada apa yg telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagian negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari keni’matan dunia.”

Salam selaras

Mas karyadi , Ch

Master Sugesti Indonesia

Advertisements

2 comments on “Semakin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s