Titik Hitam yang Menghitamkan Hati

Seorang pria dewasa yang kira kira berumur 47 tahunan selalu merasa kehidupannya sangat tidak bahagia . Setelah sekian lama menjalani kehidupan yang dirasakannya penuh kemalangan dan penuh  penderitaan batin yang semakin menyesakan dadanya pada akhirnya justru semakin menjadikan dirinya sebagai seorang yang lemah , pemalas, frustasi , emosional dan bahkan menjad seorang yang kufur terhadap semua nikmat yang telah di anugerahkan Tuhan kepadanya. Di tengah keterpurukan dan rasa putus asa-nya , dia memberanikan diri untuk menjumpai dan meminta nasehat seorang ustadz  .

Kepada sang ustadz dia ceritakan semua permasalahan hidupnya dengan terus terang semua hal yang membuat batin-nya tersiksa .

 ” Pak Ustadz….terus terang banyak teman dan juga tetangga saya menganggap jika saya adalah termasuk orang yang telah sukses , tapi kenyataannya saya tidak puas dengan semua yang saya miliki: istri, pekerjaan, kekayaan , kehidupan, dan kemampuan serta fisik yang saya miliki sepertinya tidak sesuai dengan harapan saya. “

 “ Banyak orang menilai saya sangat beruntung mempunyai seorang istri yang cantik dan setia , tapi kenyataannya saya sangat kecewa dengan istri saya karena kurang sesuai dengan harapan saya.” Katanya sambil menunduk. 

Sang Ustadz  hanya tersenyum mendengarkan keluhan lelaki itu dan berkata : “ Teruskan cerita anda “

“ Banyak orang menilai saya sangat beruntung memiliki pekerjaan tetap dan gaji yang lumayan besar, tapi kenyataannya saya sangat stress dengan pekerjaan saya karena selalu saja ada masalah dengan atasan maupun rekan kerja yang tidak sesuai dengan harapan saya.”

“ Banyak orang menilai saya sangat beruntung mendapatkan kehidupan yang ideal dan keluarga yang harmonis, tapi kenyataannya saya sering di buat kesal dan marah oleh anak anak saya , istri saya , teman atau tetangga saya karena mereka sama sekali tidak mengerti dan hanya ingin di mengerti dan terlalu banyak menuntut ini dan itu .” Curhat lelaki itu terus nyerocos bla …bla …bla…. 

 ” Pak Ustadz …Semakin kuat saya berusaha untuk merubah keadaan, tetapi justru yang saya terima adalah semakin banyak kekecewaan. “

“ Kekayaan yang saya miliki justru membuat saya merasa menjadi orang yang kekurangan di dunia ini, saya merasa kehidupan dunia ini hampa, seakan tidak ada yang istimewa dan layak disyukuri. “

 ” Hanya ketika  TIDUR  yang menjadi suatu momen kebahagiaan terindah bagi saya , tapi anehnya saya semakin sulit tidur .”

“Ya…saya mengerti apa yang anda alami, itu adalah hal yang manusiawi.. ” Kata Ustadz tersenyum sambil mengambil beberapa kertas  putih kosong .

” Sekarang saya akan ambil satu kertas putih kosong dan aku tunjukkan padamu … nah, apa yang kamu lihat ? ” Tanya pak ustadz

 ” Saya tidak melihat apa-apa pak ustadz…! semuanya putih dan kosong,” jawab pria itu.

Sambil mengambil spidol hitam dan membuat satu titik hitam ditengah kertas putih tersebut,  pak Ustadz melanjutkan dengan pertanyaan:  “Nah.. sekarang aku telah memberi sebuah titik hitam diatas kertas ini, sekarang apa yang anda lihat ?”.

 “Saya dengan jelas hanya melihat satu titik hitam itu, pak ustadz…! “

 “Pastikan lagi !”, desak Pak Ustadz.

 “Hanya titik hitam ! “, Jawab pria tersebut yakin.

 “Sekarang saya tahu penyebab masalah anda. Kenapa engkau hanya melihat satu titik hitam saja dari kertas tadi ? coba perhatikan lagi dan rubah sudut pandang anda.

Pak ustadz  menjelaskan : ” Menurutku yang kulihat bukan titik hitam tapi tetap sebuah kertas putih meski ada satu noda didalamnya, aku melihat lebih banyak warna putih dari kertas ini, sedangkan kenapa anda hanya melihat hitamnya saja padahal itu pun hanya setitik !”.

” Sekarang sudah mengertikah anda ?, bahwa dalam menjalani hidup, bahagia atau tidaknya hidupmu tergantung dari sudut pandang anda dalam memandang hidup itu sendiri, jika anda selalu melihat titik hitam tadi yang bisa diartikan kekecewaan, kekurangan dan keburukan dalam hidup maka hal-hal itulah yang akan selalu hinggap dan teman setia dalam hidup anda ..!”

” Cobalah pahami, bukankah di sekeliling anda penuh dengan warna putih, yang artinya begitu banyak anugerah yang telah diberikan oleh Alloh kepada kita,  kita masih bisa melihat, mendengar, membaca, berjalan, fisik yang sempurna dan sehat, anak yang lucu-lucu dan begitu banyak kebaikan dari istrimu daripada kekurangannya, berapa banyak suami-suami yang kehilangan istrinya ? ”

” Juga begitu banyak kebaikan dari pekerjaanmu di lain sisi banyak orang yang antri dan menderita karena mencari pekerjaan. Begitu banyak orang yang lebih miskin bahkan lebih kekurangan daripada anda , anda sudah memiliki rumah untuk berteduh, aset sebagai simpanan anda di hari tua, tabungan , asuransi dan teman-teman yang baik yang selalu mendukungmu. Kenapa anda hanya melihat sebuah titik hitam saja dalam hidupmu ?”

Terkadang betapa mudahnya kita melihat keburukan orang lain, padahal begitu banyak hal baik yang telah diberikan orang lain kepada kita… betapa mudahnya melihat kesalahan dan kekurangan orang lain, sedangkan kita lupa kelemahan dan kekurangan diri kita..

Terkadang betapa mudahnya kita menyalahkan dan mengingkari betapa besar nikmat dan anugerah – Nya atas hidup kita, padahal Allah Maha Pemurah dengan  anugerah dan karunia yang telah diberikan oleh-Nya dalam hidup kita…  betapa mudahnya menyesali hidup kita  padahal banyak kebahagiaan telah diciptakan untuk kita dan menanti kita…

Jika kita fokus pada masalah , maka masalah akan semakin bertambah menjadi beban pikiran kita, memperkeruh hati kita , dan selalu menemani kita

 ”  Sekarang sudahkah anda mengerti dengan maksud saya , dan memperoleh solusi dari semua masalah anda ?”, Tanya pak ustadz

” Terima kasih sekali pak ustadz …Ya saya sekarang mengert !, sekarang saya sudah bisa menerima dan menghargai diri saya seutuhnya , dengan yakin akan Kebesaran Allah saya memutuskan untuk melepaskan semua emosi negatif yang ada pada diri saya ini, demi kebaikan dan kemajuan hidup saya .” Jawab lelaki itu mantap dengan wajah cerah.

Salam Selaras….

Mas Karyadi, Ch

Master Sugesti Indonesia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s